Rembug Maiyah : Silaturahmi Sedulur Timur

(Catatan Reportase Rembug Tasawwuf Cinta Maret 2018)
Akhir pekan di bulan Maret ini simpul Maiyah Tasawwuf Cinta akan melangsungkan Rembug Maiyah terkait tema dan diskusi hasil Workshop Simpul Maiyah kemarin (25/3). Sudah menjadi rutinitas yang tertap berjalan kesekian kalinya sejak pertama diresmikan menjadi simpul saat itu.
     Bukan sekedar bagaimana membuat tema, lebih dari itu forum bulanan ini tetap kami istiqomahkan agar selalu menjadi penghubung, pererat dari sekian kegiatan atau maiyahan yang telah berlangsung. Intinya setiap kegiatan diluar rutinitas bulanan fungsi dan tujuan utamanya karena Allah dan sesama. Oleh karena itu dalam pembuatan tema ini kami dari para penggiat bersepakat mengedapankan musyawarah untuk mencapai mufakat. Uniknya didalam simpul ini yang mempunyai sesepuh yakni Mbah Kyai Zainuddin atau yang sering dikenal Mbah Din ini sering memberikan gagasan atau tema yang akan dijadikkan bahan sinau bareng. Walhasil, sedulur Tasawwuf Cinta sendiri kadang lebih diuntungkan karena tema yang sudah dipesan oleh Mbah Din. Tinggal bagaimana penggiat lebih aktif dan menggali setiap lakon atau hikmah dari yang dijadikan tema saat itu. Tema tentang wayang sering dijadikan bahan sinau bareng, bahkan menurut saya sampai saat ini sangat masih relevan. Karena bukan hanya cerita masa lalunya yang diambil hikmahnya, namun didalamnya ada wacana yang sampai saat ini ada benang merahnya dengan kondisi sekarang. 
       Pada kesempatan kali ini, sedulur Tasawwuf Cinta berkesempatan bersilaturahmi dikediaman Mas Arif Nasrullah, salah seorang penggiat dari Nganjuk sebelah timur tepatnya di Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot.
Share:

Postingan