Majelis Tawasul dan Ngaji Al Hikam Edisi April

Desiran angin malam seakan membalut perjalanan beberapa pemuda dan orang tua yang sudah separuh baya menuju salah satu musholla, tempat dimana base camp atau rumah maiyah dulur simpul tasawwuf cinta. Al Amin, nama mushola itu. Lantas kenapa mereka berjalan dan saling menghentikan dan memarkir kendaraan mereka disitu?
Apa yang sedang akan dilakukannya? Semakin penasaran juga sepertinya. Mungkin inilah sepenggal atau sekilas cerita dari balik dalam mushola tersebut. Mengawali pertanyaan tadi termasuk juga menjadi bagian dari sebuah jawaban yang akan saudara tahu selanjutnya. Begini saudaraku, terkait dengan nama simpul kami yakni "Tasawwuf Cinta" yakni menurut beberapa ahli tasawuf, Apakah yang menjadikan doa seseorang itu barokah, bisa dikatakan diijabah "kalih Pengeran" ( oleh Allah SWT)? Salah satu kuncinya ternyata adalah melalui perantara doa dr orang yg senantiasa bertawassul kepada para kekasihNya.
       Oleh karenanya diluar kegiatan rutin maiyahan bulanan tasawwuf cinta, salah satu agendanya adalah tawassul dan Ngaji Al Hikam. Lantas apa tujuan dan manfaatnya? Tujuan dari tawassul itu sendiri adalah untuk mendoakan para kekasih Allah dan arwah para leluhur kita. Manfaat yang kita dapat adalah berupa langsung atau non-langsung ( tunai). Selain menguatkan rasa seduluran, ukhuwah islamiyah dan bermunajat bersama kepada Allah SWT, bahkan sedikit barang satu atau dua ayat dari Kitab Al Hikam menjadi sumber ilmu, oase di tengah gurun pasir kaitannya dalam memahami ilmu tasawwuf. Begitupun dengan kegiatan yang dilangsungkan dulur-dulur maiyah tasawwuf cinta nganjuk tadi malam, yang dimulai dari pukul 21.00 wib hingga pukul 23.30 wib. Kang Hendrik mengawali acara tadi malam dengan pembacaan surat Al Fatiha, kemudian dilanjutkan pembacaan tahlil oleh kang Handono, lalu dilanjutkan tawassul yang dipimpin kang Nursalim dan  pembacaan Sholawat Thoriqiyyah bersama-sama. Usai acara tawassul selanjutnya dulur2 dengan di pandu oleh kang Isa Ansori mencoba mereview atau mengingat-ingat kembali kajian Al Hikam sebelumnya dikarenakan Kang Yunan yang biasa mengisi kajian tidak dapat hadir dikarenakan harus membesuk keponakannya di rumah sakit. Beberapa bahasan yang kita review tadi malam diantaranya pertama tentang I'timad, yakni menggantungkan amal perbuatan itu tidak boleh artinya kita tidak boleh membanggakannya, ditunjukkan kepada orang lain. Kedua Ikhlas dimana ikhlas itu tidak serta merta langsung datang tapi berusaha ikhlas karena amal itu kalau tidak ikhlas tidak akan mendapatkan pahala ibaratnya seperti gambar Dokar karena sebuah gambar maka ya tidak bisa mengangkat beban.. Selanjutnya tentang maqom Asbab dan Tajrid dimana Asbab adalah sebuah maqom dimana seorang Salik harus menjalani kehidupan dengan patuh pada Sunatullah ada sebab akibat. Kalau ingin dapat uang ya bekerja, ingin pandai ya belajar dll. Sedangkan maqom Tajrid adalah suatu keadaan seorang Salik berada pada posisi di fasilitasi oleh Allah karena dia sedang fokus berjuang sehingga kelihatan lahiriah tidak begitu ngoyo mencari penghidupan tapi tercukupi. Dan semua itu bukanlah satunya lebih tinggi satunya lebih rendah tetapi dua-duanya merupakan suatu keadaan yang harus di terima ikhlas dan tetap bisa istiqomah dalam ibadah kepada-Nya.. Suasana tadi malam semakin hangat karena acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama sehingga menambah keakraban dulur-dulur Maiyah Tasawwuf Cinta. Semoga bisa istiqomah..Amiin.
Share:

Postingan