Semburat Kamajaya


Cerita Bathara Kamajaya, pemilik wajah sangat tampan di Tribuana (jagad Mayapada, Madyapada dan Arcapada) yang berhasil mempersunting Dewi Ratih/Kamaratih, putri Bathara Soma sebagai istrinya sudah lama didengar sebagai cerita pewayangan. Kedua suami-istri tersebut yang konon merupakan lambang kerukunan suami-istri di jagad raya yang sangat rukun, tidak pernah berselisih, sangat setia satu sama lain dan cinta mencintai sudah menjadi simbolik sendiri bagi masyarakat khususnya jawa.
       Putra kesembilan dari kesepuluh orang saudara kandung putra Bathara Ismaya dengan  Dewi Senggani ini bertempat tinggal di Kahyangan Cakrakembang. Pemilik senjata pamungkas berupa panah sakti bernama Kyai Pancawisaya. Bathara Kamajaya pernah ditugaskan oleh Sanghyang Manikmaya untuk menurunkan Wahyu Cakraningrat kepada Raden Abimanyu/Angkawijaya, putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra, sebagai pasangan Wahyu Hidayat yang diturunkan oleh Dewi Ratih kepada Dewi Utari, putri Prabu Matswapati, raja negara Wirata. Bathara Kamajaya sangat sayang kepada Arjuna, dan selalu membantu serta melindunginya bila Arjuna menghadapi suatu permasalahan dan marabahaya. 
    Pengejawantahan sekelumit cerita wayang diatas semata bukan hanya legenda yang kuno dan lantas ditumpuk bersama warisan leluhur lainnya. Berangkat dari cerita itulah banyak hal-hal yang akhirnya bisa dielaborasi, bahkan menjadi wacana yang akan terus didiskusikan. Melihat era sekarang, banyak sekali terjadi ketimpangan dalam ketidak-seimbangan dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan justru bertentangan. Kecenderungan fanatisme akan kelompok tertentu  yang berlebihan melahirkan sikap dan pilihan membabi buta tanpa pendadaran atas cara berpikir yang jernih. Oleh karenanya terjadi saling gesekan, bersinggungan dan kikisnya rasa cinta kasih sayang kepada sesama yang secara riil sama sebagai makhluk Tuhan. Bahkan Rosululloh SAW menganjurkan saling tenggang rasa, mengasihi dan menjaga satu sama lain. 
       Kini Maiyah sebagai "Dewa Cinta" juga bertugas untuk menebar cinta kasih kepada sesama yang suatu saat nanti juga akan memberikan "Wahyu Cakraningrat" kepada "Abimanyu" sebagai pemimpin kerajaan Ngamarta setelah sang istri menerima "Wahyu Hidayat".
       Selaras dengan hal itu, sembari memasuki bulan Ramadhan beberapa hari lagi mari kita gali, diskusi dan ambil pelajaran dari setiap makna kehidupan yang tersirat dan tersirat.Tasawwuf Cinta kali ini akan berlangsung di halaman Mushola Al-Amin sebagai lokasi untuk bertempat.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan