Ngrumat yang bermakna merawat, ngopeni, menjaga akan sesuatu serta menjadi perbendaharaan kata khas khususnya orang jawa. Ngrumat budaya, Ngrumat kehidupan dan alam bahkan kaitannya ngrumat sejarah dan ngrumat generasi muda bisa menjadi beberapa permisalan atau contoh. Merawat akan hal atau sesuatu yang setelah lama ditandur (tanam) dengan berbagai potensialitas dimaksimalkan kelak yang diharapkan dapat pula menghasilkan. Baik itu hasil nyata, atau justru melahirkan benih baru yang dapat terus tumbuh dan berkembang.
Selaras dengan hal itu mengingat setelah sekian lama winih (benih) keilmuan di tanam di forum2 Maiyah baik oleh Cak Nun, Cak Fuad, Syaikh Nurshamad Kamba,  Kiyai Muzammil ataupun dari Marja' maupun dulur2 Maiyah yang lain tentunya benih tersebut haruslah kita rawat, kita jaga agar dapat tumbuh dengan baik sehingga bisa berbuah dengan baik. Baik benih cinta, benih rasa , benih cara olah fikir, cara olah rasa. Dan untuk merawat benih tersebut tentunya kita harus punya media tanahnya kalau secara personal adalah hati dan fikiran kita sedangkan kalau secara kolektif adalah para Jamaah Maiyah yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Hal ini berkaitan juga dengan bagaimana kita dapat lebih dewasa dalam memahami dan melihat dunia dengan sudut pandang, cara pandang ,jarak pandang yang lebih sempurna.
Dan kini alhamdulillah hampir di setiap kabupaten sudah ada "Kebun Maiyah" yang tentunya sangat kondusif untuk menyemai benih2 ilmu Maiyah di dalamnya. Untuk itu seperti yang di dawuhkan MbahNun beberapa waktu lalu bahwa beliau untuk beberapa waktu tidak ingin menebarkan benih2 ilmu Maiyah karena beliau ingin melihat dulu sejauh mana pertumbuhan benih2 yang sudah di tanam sebelumnya jangan sampai terus menebar benih tapi karena tidak dirawat benih2 tersebut membusuk. Nah kini kita sudah punya media bercocok tanam ilmu Maiyah yaitu berupa "Simpul Maiyah" maka marilah kita maksimalkan upaya kita NGRUMAT WINIH merawat benih2 ilmu Maiyah itu agar segera bisa berbuah sehingga bisa di petik buah atau kemanfaatannya bagi siapapun. Baik Kepada tetangga, kepada saudara, dan kepada lingkungan sekitar,
Oleh karenanya menyikapi hal itu, perlunya tradisi ngrumat menjadi topik atau tema rutinan kali ini yang dikemas dengan berbagai variasi baik diskusi, musik, wirid dan sholawatan akan tersaji pada edisi Agustus kali ini yang berlokasi di Mushola Baitus Salam Sumbersari, Ngepeh, Loceret pada hari Sabtu malam Minggu, 4 Agustus 2018 Pukul 20.00. (Tim Redaksi TC)


Lebih baru Lebih lama