Adegan Alam dan bencana adalah bentuk alam menyapa dan berinteraksi dengan manusia,pernyataan yang sepertinya hanya kata retoris tapi makna filosofis. Beberapa kejadian seperti gempa lombok dan terakhir gempa palu ,ini bisa ditarik garis lurus dan titik temu bahwa sudah saatnya kita intropeksi dengan kondisi dan diri pribadi sebagai individu secara makhluk sosial,religius serta budaya. Bukan skala besar berpikir secara indonesia sebagai negara,tapi kesadaran kita sebagai manusia indonesia bagian dari alam untuk dipahami. Disini maksudnya kesadaran dan penyadaran dalam bersikap berperilaku serta terus berupaya bahwa segala tindakan yang kita lakukan bukan hanya berdampak kepada indonesia sebagai negara akan tetapi lebih dari itu timbal balik dengan alam akan kita rasakan. 
         Eksploitasi eksplorasi tampaknya menjadi kegiatan yang ta pernah henti kita lakukan hanya mengejar profit dan keuntungan sebesar besarnya secara kalkulasi ekonomi.
Ini bukan berarti salah dan harus dihentikan ,Tergantung cara kita melihat serta bagaimana memposisikan diri ? Posisi sebagai manusia dengan pandangan yang berkeyakinan makhluk ciptaan paling sempurna ,ataukah manusia sebagai bagian dari jagat kosmos ini pancer keseimbangan. 
     Benar dan salah secara potensi bisa dilihat dari siapa yang membawa dan berposisi memegangnya. Tafsir bebas dan siapapun punya hak berpendapat.
           Sekilas kondisi terkini mengajak berpikir dan berbicara dengan nurani masing2. Tema kali ini rutinan sekaligus milad simpul maiyah Tasawuf Cinta mengangkat " Sambung Tuwuh " maknanya luas dan coba kita preteli dan gali satu persatu . Sambung : terikat ,adanya relasi / hubungan Tuwuh : menghidupi dan kehidupan 
            Dengan bahasa sederhana pemaknaanya demikian , ada yang lain disini yang kita bahas bukan makna tekstual yang jadi poin kajianya akan tetapi proses dan motif serta implementasi dalam kehidupan saat ini esok dan kemarin ,melihat " sambung tuwuh ".
          Sambung Tuwuh bukan hanya bicara kondisi saat ini dan masa akan datang ,tapi juga  bicara masa lalu dan keterikatan relasi dengan segala sumber potensi kehidupan. Bukan tanpa alasan tema kali ini bicara sambung tuwuh. Poinya dititik kemanusiaan dan sensitifitas kehidupan dalam menyeimbangkan antara aspek alam manusia dan kehidupan.
        Bertepatan dengan masih bulan suro ,menurut bulan jawa sakral dan identik dengan dunia metafisik stigma yang selama ini jadi kontroversi ,tapi bagi sebagian khususnya kami suro atau muharram ta ada kaitanya dengan itu semua akan tetapi adalah momen untuk menata langkah dan laku dimulai dengan intropeksi diri sekilas bahasan tentang suroan.
           Tak terasa simpul Tasawuf Cinta sudah memasuki usia 2 tahun secara itungan kalender masehi.. usia yang tergolong muda dan awal dimulainya langkah untuk berjalan di identikan dengan proses perkembangan bayi. Meskipun baru genap usia dua tahunnya, simpul ini tidak sama seperti bayi kebanyakan yang memulai dengan langkah. Tapi memulainya dengan membaca.  Sedangkan yang dibaca adalah potensi serta jangkauan masa depan yang dilakukan,dari tahun awal yang babat alas. Dan ditahun kedua ini mulai menanam dan belajar berbicara. Menanam benih cinta kepada siapapun kapanpun dan apapun bentuknya ,karena mottonya "Ngalijogo ngudi Banyu Perwitosari, Nyambung Paseduluran Ngrajut Katresnan murih Ridhone Gusti Pengeran" dipoint pemberdayaan diri dan menabur benih yakni berbicara. Berbicara tentang apa? bicara kemanusiaan pada level agama sampai pendidikan manusia yang memanusiakan. Pelan tapi pasti simpul selalu berupaya memperbaiki kondisi awal taraf individu sampai titik perjuangan ke masyarakat.. 
             Mengangkat haul Sunan Kalijaga bukan berarti demikian seolah olah melulu aspek agama dan berbalut kebudayaan.. ini bentuk kesadaran dan nguri2 bahwa   budaya adalah awal sebuah peradaban ,pertanyaanya kenapa sunan kalijaga bukan sunan yang lain ? Sunan kalijaga karena akrab dengan kebudayaan dan sunan yang identik dengan kesenian.. tekanya adalah berharap dapat membantu dan berupaya membuat sebuah gubuk yang menaungi peradaban yang berbudaya membawa pesan cinta yang nafasnya agama islam Rahmatan Lil 'AlaminBanyak poin yang bisa dijadikan jelaskan ,tapi globalnya sudah dijelaskan..
             Semoga dimomen ini jadi pijakan kita beretropeksi kedalam diri menjadi manusia seutuhnya. Dan awal langkah perjuangan untuk membuat gubug kehidupan yang lepas dari tendensi pengaruh dan kepentingan murni tulus kesadarn bersama membangun harmoni alam dan  manusia ,jagat kecil jagat besar. Apapun namanya kita bersama dalam tarian alam semesta ini.
              Semua akan dieksplore dan dibahas bersama dalam balutan sinau bareng pada Sabtu malam, 6 Oktober 2018 di Halaman Mushola Al Amin Mlinjo, Ds. Sumberkepuh Kec. Tanjunganom Kab. Nganjuk.   



Redaksi Tasawwuf Cinta 

Lebih baru Lebih lama