Header Ads

Header ADS

Ngopi Bareng Mbah Din



Siang itu Mbahdin mengayuh sepeda pancalnya menuju dusun kecil kami Mlinjo dan mampir di salah satu jamaah beliau kang Muhammad Bushairi setelah semalam Mbahdin menghadiri Pengajian Padhang Bulan di Menturo dan sowan ke Cak Nun untuk membahas beberapa hal yang cukup "Wigati". Saya sendiri siang itu rencananya saya bermaksud untuk menjenguk salah satu teman yang sakit ketika akan berangkat tiba2 di telpon oleh kangmad untuk datang kerumahnya karena kerawuhan Mbahdin. 
Diantara obrolan pagi itu adalah bahwa manusia itu tidaklah di ciptakan kecuali untuk beribadah artinya dari bangun tidur sampai tidur lagi harus bernilai ibadah artinya aktivitas apapun harus diniatkan untuk mencari Ridho-Nya. Manusia mengandung unsur Tanah, Air,  Api & Angin di mana unsur itu harus di seimbangkan. Jadi manusia itu jangan Dahwen (Suka mencela/ meremehkan), Salah Open (Memelihara perilaku yang salah), Panasten (Gampang panas / emosinan).
Nah untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama manusia perlu saling menghargai dan bermurah hati kepada sesama ibarat kumpulan bambu. Apabila ada rebung yang di ambil bukannya menjadi lebih sedikit bambu tersebut melainkan malah akan bertambah banyak bambu yang tumbuh karena orang yang pelit itu akan jauh dari Tuhan. Jauh dari manusia tapi dekat kepada neraka sedangkan orang yang dermawan akan dekat dengan Tuhan, dekat dengan manusia, dekat dengan surga serta jauh dari neraka.
Ada pepatah jawab mengatakna "Pager mangkok kuwi luwih kuat tinimbang pager tembok" artinya pagar mangkok (dermawan) itu lebih kuat daripada pagar tembok. Mbahdin sebagai sesepuh Maiyah "Tasawwuf Cinta" juga menambahi orang Maiyah harus bisa berlaku seperti air di mana dia bisa menyesuaikan dengan Wadah tanpa kehilangan sifat aslinya. Beliau juga ndawuhne ibarat orang yang berjuang di jalan Allah itu seperti Tukang Jahit kalau mencari jarumnya dia akan menggunakan Gunting yang mengandung magnet dan siapapun yang berjuang di jalan Allah maka akan di fasilitasi oleh-Nya entah itu teman maupun kebutuhan perjuangan itu.


Setelah cukup obrolan itu saya lanjutkan untuk menjenguk teman saya ke rumah sakit dan ternyata sesampai di sana ternyata teman saya sudah pulang sehingga saya langsung meluncur kerumahnya dan alhamdulillah beliau sudah ada kemajuan kesehatannya.



#Ngalijogo Ngudi iline Banyu Perwitosari
#NyambungPaseduluran Ngrajut Katresnan murih Ridhone Gusti Pengeran
#Salik"Tasawwuf Cinta"



Penulis : Isa Anshori

Diberdayakan oleh Blogger.