Header Ads

Header ADS

MEMUTIHKAN KAMBING HITAM

Memutihkan Kambing hitam bukan berarti, kambing yang berwarna hitam lalu di putihkan lhoo,,ya Kita sinau dasarnya dulu.

Arti Ungkapan Kambing Hitam adalah orang atau sesuatu yang dipersalahkan atas suatu kejadian padahal dirinya tidak terbukti bersalah. Dalam makna lain, Arti Kambing Hitam adalah orang yang dijadikan tumpuan kesalahan atas suatu peristiwa.
Subjek dalam kambing hitam itu tidak hanya merujuk pada manusia, namun bisa juga pada benda ataupun yang lainnya. Ungkapan ini sering digunakan dalam sebuah peristiwa atau kejadian yang kebenarannya belum terungkap seluruhnya. Dan kambing hitam ini menganggap dirinya juga merasa bahwa memang belum benar juga. Secara alami, kita pasti selalu ingin mempertahankan sudut pandang kita di hadapan lawan. Tapi, kita gak bisa begitu di hadapan orang yang selalu merasa dirinya benar.

Kita tarik garis bawahnya, dari tema pada malam ini. Memutihkan kambing hitam,  Sebenarnya memutihkan kambing hitam, ialah upaya untuk mencari kebenaran dan perbaikan di muka bumi. Orang yang berbuat baik/benar, Dan kambing hitam ini menganggap dirinya juga merasa bahwa memang belum benar, mengulas apa yang di berikan Si Mbah ; 
Para leluhur masa silam menitipkan “Pisang” dan “Kitab”. Para pewaris zaman tidak mampu memahami kemerdekaan untuk mengolah Pisang agar menjadi berkah bersama. Para pelaku peradaban juga kehilangan kejujuran hati dan kesungguhan berpikir sehingga Kitab-kitab akhirnya menjadi sumber pertentangan. Pisang adalah dunia jasad, materialism, konsumsi dan kenyamanan keduniaan. Pisang mengalahkan rohani, nilai, energi dan cahaya keTuhanan. Bahkan Kitab di-Pisang-kan.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.” Al Baqaroh 11

Dari ayat tersebut, mengisyaratkan bahwa orang yang di kambing hitamkan justru dia melakukan perbaikan dengan caranya, dan orang yang mengkambing hitamkan memperjual belikan dasar yang mereka miliki dengan aqidah kebenrannya (menjual kepalsuan) dijelaskan pada surah Al Baqarah16
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.
(Tuhan maha membolak balikkan)



Redaksi Tasawwuf Cinta

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.