Header Ads

Header ADS

Ndandani Niat-Milad 3 Tahun Tasawwuf Cinta


Perputaran waktu terus bergerak, Laju arus kehidupan juga terus bergilir dari masa-masanya. Serta berbagai peristiwa ikut tersaji menjadi saksi dan bagian dari pergerakan itu sendiri. Seperti halnya usia, semakin lama semakin bertambah. Semakin lama juga akan bergerak menuju berubah. Kecuali pada mereka yang tidak berniat untuk lebih baik dalam artian segala peristiwa dijadikan landasan untuk bergerak berikutnya.
Di angka tahun masehi 2019 ini tepatnya di bulan September, Majelis Masyarakat Maiyah Tasawwuf Cinta atau yang lebih dikenal dengan TC menepati usianya secara kalender untuk yang ke-3 tahunnya. Dengan menggunakan acuan kalender Jawa, karena menurut salah satu penggiat dalam rutinan ini, Tasawwuf Cinta memiliki garis histori kemunculannya dengan hari lahir atau Haul salah satu Waliyullah, Kanjeng Sunan Kalijaga.
Terlepas dari itu, Majelis yang sudah secara sah atau secara resmi menjadi salah satu simpul Maiyah Nusantara ini juga ikut nandur  nilai dalam sebuah majelis yag kita kenal sampai saat ini. Hingga pada Miladnya yang ke-3 ini, kemarin Mas Sabrang Mowo Damar Panuluh melalui salah satu penggiat TC saat di PadhangmBulan memberikan ucapan selamat kepada majelis  ini. Beliau juga mengingatkan bahwa usia 3 tahun belum masuk jenjang balita. Artinya perjalanan panjang didepan masih ada dan Tasawwuf Cinta akan menemui segala peristiwa sesudahnya. Mas Sabrang juga mengungkapkan dan salut meskipun 3 tahun, Tasawwuf Cinta tidak bisa dipandang sebelah mata. Kuat terus paseduluran, dan InsyaAllah suatu saat beliu juga akan hadir ditengah kita.
Disisi lain, sesuai dengan saran Koordinator Simpul Maiyah tempo hari untuk mencoba membuka diskusi atau sinau bareng dalam rutinan dengan tajuk “Tajdiidun Niat” atau dalam bahasa Jawa diartikan “Ndandani Niat”.
Mungkin bagi kita sudah sering mendengarkan istilah itu, apalagi pada saat Maiyahan bersama Mbah Nun, beliau sering menanyakan, apa niat mu datang ke maiyahan ini? Majelis sinau bareng dengan durasi waktu hampir 7-8 jam, duduk tak bergeming, bahkan sering kita lihat Sinau Bareng sampai diguyur hujan pun tetap semangat mengikuti sampai selesai. Apakah gerangan yang dicari?
Itulah sekelumit pembuka dari jalannya Sinau Bareng yang yang akan kita ikuti tepatnya pada tanggal 7 September 2019, bertempatkan di Halaman Mushola Al-Amin Mlinjo, Sumberkepuh, Tanjunganom, Nganjuk.

InsyaAllah akan dibersamai oleh KH. Bustanul Ariffin, Gus Naf’an Shalahuddin, Beberapa pengurus dari organisasi masyarakat, serta Penggiat dan Jamaah Maiyah. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.