NGANJUK EMPIRE/AN

Prolog Rutinan Tasawwuf Cinta

Oleh ;  Tim Redma Tasawwuf Cinta
Tema : NGANJUK EMPIRE/AN

29012020  •  Dibaca normal 1 menit
Mengikuti perkembangan berita akhir-akhir ini, baik media elektronik, sosial, maupun cetak banyak bermunculan pemberitaan tentang fenomena munculnya berbagai kerajaan di Indonesia. Seakan akan kita diajak kembali dimasa kerajaan zaman dahulu, tetapi yang menarik dari munculnya fenomena keraton dan kerajaan saat ini adalah pengakuan bahwa merekalah penguasa dunia ini
Sebetulnya penulis geli dengan hal ini.
Tapi sudahlah itu hanya klaim menurut pandangan dasar mereka, tetapi dari penomena itu saya tertarik mengangkat tema Nganjuk Empire_an sebagai pemicu semangat untuk lebih mendalami sejarah kota Nganjuk ini, yang konon, menurut cerita sejarah peradaban Islam dimulai dari Nganjuk, singkat cerita waktu Syech Subakir mengalahkan para dedemit di kawasan gunung Wilis, adalagi cerita bahwa Nganjuk adalah kota paling tua di Indonesia, karena Nganjuk adalah tanah pardikan dari zaman sejarah dulu.

Kenapa penulis memberi judul  tema Nganjuk Empire_an atau di baca Nganjuk Emperan, karena kita sebagai generasi muda, serta generasi Maiyah harus tahu emper atau halaman sejarah dulu kala sehingga kita tidak terjerumus pada doktrin dan pengaruh fenomena munculnya keraton dan kerajaan saat ini. Kita akan tahu kemulyaan, kebijakan nenek moyang kita dulu, dan tidak terpengaruh kerajaan abal-abal yang sok berkuasa atas dunia ini.

Semoga dengan bermaiyah kita bisa mendapat pencerahan atas sejarah nenek moyang kita. Dan mencegah bangsa ini, agar tidak terpengaruh hal-hal yang baru namun tidak mengetahui historisnya.
Pada Dasarnya mereka yang menyatakan adanya kerajaan baru hanyalah orang yang gila harta, kekuasan sehingga meninggalkan akal sehat.
si mbah juga menjelakan pada daur Revolusi mental.
ada kutipan : sampai sampai Allah SWT. Memberi peringatan yang keras kepada umat manusia yang serakah;

“Adapun orang yang melampaui batas dan mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya”.
[1] (An-Nazi’at: 37-39).

“Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat di akhirat”.
[2] (Al-Insan: 27).

Disinilah kami mencemaskan bencana kedua itu.

فَأَمَّا مَن طَغَىٰ
Maka adapun orang yang melampaui batas,[1]

وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. [2]

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan