Keunikan baksos para pegiat banyak embrio-embrio baru berdatangan dengan lautan atmosfer yang begitu luar biasa, pagi itu datanglah box/peti  ikan emas berwarna merah kekuningan mecolok dengan indahnya. Memang seperti berburu emas, dengan krumunan emak-emak dan para pelajar yang kala itu pulang sekolah. Dengan buntalan-buntalan ikan merah  berwadakan plastik siap mengisi kegembiraan dalam keluarga yang mendapatkannya. Pembagian ikan ini salahsatu upaya dari pegiat sebagai bentuk pencegahan DBD, mulai lahirnya jentik nyamuk di bak mandi yang biasanya ditumbuhi larva/jentik nyamuk.
Sambutan dari rutinan kali ini banyak melibatkan warga dengan semangat utuh mengeksplor berbagai hasil karya tangan warga secara komunal mulai dari sabun cair, jamu dari rempah rempah, maupun bubuk kopi dengan merk tertentu semua dari karya ibu-ibu Sugihwarasyang kreatif. Dari liputan terlihat jelas dari larian anak-anak kecil senantiasa ikut bergembira, mengikutsertakan rutinan malam ini, degan dekorasi frekuensi hati
Mukhodimah
Keselarasan wirid maiyah menambah kesyahduan malam ini,  selain penjelaskan tentang konsep dasar Maiyah dan kegiatan Jamaah Maiyah Tasawur Cinta, Karena memang benar informasi dari pegiat ternyata masyarakat penuh tanda tanya, bahkan banyak sekali yang ragu bahkan takut untuk datang, karena mereka mengira bahwa kegiatan itu adalah tentang organisasi baru yang muncul, aliran atau ajaran tertentu, bahkan banyak yang beranggapan kejawen yang telah di modifikasi dan lain sebagainya, terpancar dari raut wajah para Masyarakat yang manggut² seakan mempersilahkan pemahaman Bermaiyah dihaturkan, dan akhirnya merekapun tidak was was lagi. Tema "Frekuensi Hati" dengan maraknya kabar wabah/pagebluk Gus sholahudin marja’ maiyah berpesan dengan virus Corona kita tidak usah takut karena kita masih punya Allah swt tempat kita memohon, Terkena Corona ataupun tidak kematian pasti akan datang, dengan berwirid & bersholawat menyatukan frekuensi hati kita menuju Alllah swt agar kita terhindar pagebluk. terdengar gelak tawa kegembiraan hadir tanpa henti, pencerahan terus di getarkan dan berhasil di tangkap oleh para hadirin, lalu keheranan Masyarakat tidak cukup sampai di situ, Prolog sebagai penyeimbang dasar dari acara, menyelarasakan frekuensi hati masing-masing setiap manusia.
Puncak dari segala doa  dengan frekuensi hati masing-masing dengan ihklas, sabar dari kesungguhan hati pada malam ini yang banyak hikmahnya.
 Tim REDMA Tasawwuf Cinta

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan