NJOGO KATRESNAN

Cinta kalau dalam bahasa Jawa adalah "Tresno" ada pepatah Jawa "Witing tresno jalaran soko kulino" mulainya cinta itu di mulai karena terbiasa. Jadi ketika seseorang orang mencintai tentu sebelumnya ada tahapan-tahapan yang di laluinya di mulai dari mencari tahu informasi tentang yang dicintai lalu setelah mengenal kemudian terbiasa hingga akhirnya muncul kekaguman terhadap yang di cintai itu dimana akhir dari kekaguman itu akhirnya berubah menjadi rasa cinta.

Setelah cinta itu berbalas kemudian kalau di ijinkan menyatu tentu ada ujian-ujian selanjutnya yang di hadapi pecinta itu yaitu rasa bosan, rasa jenuh bahkan mungkin melihat hal yang menarik dari selain yang di cintai. Hal tersebut terjadi karena memang sifat dasar manusia itu bersifat bosenan maka dalam sebuah dawuh di sebutkan hikmah dari Allah membuat beraneka ragam ketaatan itu agar manusia ketika sedang dalam posisi bosan terhadap satu jenis ketaatan maka dia bisa memilih jenis ketaatan yang lainnya. Dan adalagi yang bisa membuat berkurangnya cinta kita pada sesuatu yaitu ketika sesuatu yang kita cintai itu ada kelemahannya, nah.. Ketika pada posisi ini maka kita harus menyadari bahwa kita itu di ciptakan setiap manusia ada kekurangannya dan ada kelebihannya maka kebersamaan dengan yang kita cintai adalah untuk saling melengkapi bukan saling menilai dan menjatuhkan karena seperti dawuhe Gus Mus "Setan selalu salah, malaikat selalu benar sedangkan manusia kadang salah kadang benar maka kita di perintahkan untuk saling mengingatkan bukan saling menilai dan menyalahkan".

Dan memang cinta itu bukan kata benda tapi kata kerja karena cinta bukan hanya rasa syahdu mengharu biru di dalam hati tapi tentang seberapa maximal kita berusaha menyenangkan yang kita cintai dan yang lebih penting adalah mencoba untuk mencintai dengan cara yang sesuai keinginan dari yang kita cintai bukan dengan cara yang kita inginkan karena itulah Cinta sejati sebab bagi pecinta dirinya tidak ada yang ada adalah yang di cintai. Maka setelah Allah menghadiahkan sebuah cinta maka kita harus memperjuangkan untuk mendapatkannya sekaligus menjaganya kalau istilah orang Jawa "Njogo Katresnan" dan mengusahakan agar cinta bermanfaat bagi yang bercinta dan bagi yang lain di sekitar para pecinta itu. Akhirnya untuk tetap selalu mengingat dawuhe Gusti bahwa landasan Benci dan Cinta itu ukurannya adalah Allah serta kita harus meniatkan Saling mencintai karena Allah hingga akhirnya terwujudlah Sakinah (Ketenangan) bersama.
Lebih baru Lebih lama