Haul Kanjeng Sunan Kalijaga & Milad Tasawwuf Cinta ke-4

    Acara Haul Kanjeng Sunan Kalijaga & Milad TC yang ke-4 kali ini seperti tahun-tahun sebelumnya selalu istimewa bagi dulur-dulur Tasawwuf Cinta. Di mulai dengan "Ritual" sebelum acara yaitu Sowan Ndalem Menturo tempat lahirnya Pengajian Padhang Mbulan dan Sowan Ndalem Kasepuhan Kadilangu Demak tempat para Dzurriyah Kanjeng Sunan Kalijaga berkumpul yang biasanya satu paket dengan ziarah ke Masjid Langgar Agung Bukit Menoreh tempat Mujahadah Pangeran Diponegoro beserta prajuritnya. Kali ini tema yang di pilih oleh teman-teman Pegiat Tasawwuf Cinta (TC) adalah "Nyukuri Nikmat" dimana setelah melalui liku-liku perjuangan pahit getir menjalani proses hingga oleh Gusti Allah di izinkan tetap bisa istiqomah maka dirasa tema yang tepat adalah "Nyukuri Nikmat". 

    Dan dalam kenyataan memang tema kali ini sangat tepat di mana dua minggu sebelum acara para personil Gamelan Kiai Anom Kusumo (KAK) di uji berupa sakit setidaknya ada 4 personil KAK yang mengalaminya dan sebuah anugerah dari yang Maha Kuasa alhamdulillah sebelum acara mereka semua di berikan kesembuhan sehingga benar-benar ketika dulur-dulur KAK tampil betul-betul di niati untuk mensyukuri nikmat sehat dengan cara berjuang di jalan-Nya melalui musik Maiyah ini. 

    Milad TC memang agak berbeda dengan Simpul Maiyah lainnya karena Miladnya selalu di gabung dengan Haul Kanjeng Sunan Kalijaga dan hal tersebut bukan hal yang di cocok-cocokkan karena hal itu terbentuk berdasarkan sejarah kelahiran TC yang di mulai dengan peringatan Haul Kanjeng Sunan Kalijaga oleh Jamaah Padepokan Abdi Kinasih (PAK) pada bulan November 2016 yang pada waktu itu di munculkanlah istilah "Cangkruk'an Maiyah" baru setelah dulur-dulur PAK Sowan ke Mbah Nun memohon doa restu untuk mengadakan Rutinan Maiyahan dengan nama "Tasawwuf Cinta" bulan Desember 2016 resmilah TC di jadikan nama Simpul Maiyah di daerah Nganjuk dan sekitarnya.

    Kembali ke acara Milad TC ke-4 & Haul Kanjeng Sunan Kalijaga kali ini persiapan sudah di lakukan sejak pagi oleh teman-teman Pegiat mulai dari belanja bahan makanan, membuat kue, dan menyembelih kambing serta memasaknya untuk di suguhkan di malam harinya dan memang setiap kali acara Haul & Milad antusias dari dulur-dulur TC untuk nyengkuyung acara begitu kuat di mana ada yang menyumbang uang, beras, bumbu-bumbu dapur, kambing, ayam dan juga makanan-makanan ringan sehingga benar-benar terasa semangat kebersamaan yang begitu sangat kental.

    Setelah persiapan acara selesai mulai menata panggung, sound system dan membuat hiasan janur dimana Janur mengandung maksud Ja'a Nur yaitu Datangnya Cahaya yang hal itu merupakan harapan dulur-dulur TC. Suara adzan maghrib tedengar sayup-sayup segenap dulur-dulur TC melakukan sholat maghrib berjamaah di Musholla Al Amin yang sekaligus merupakan Base Camp TC. Setelah itu dulur2 KAK melanjutkan Ceck Sound nya kemudian waktu menunjukkan pukul 18:30 WIB dulur2 KAK mulai membawakan nomer2 lagu baik itu sholawat maupun lagu bergenre lain. Kemudian setelah dulur2 KAK membawakan beberapa nomer lagu pak Yudi segera membuka acara dengan membaca Ummul Kitab. Setelah itu langsung di lanjut pagelaran wayang kulit singkat oleh Kiyai Bustanul Arifin yang menceritakan tentang lakon Jimat Kalimusodo yang di miliki oleh Prabu Darmokusumo yang tidak dapat meninggal sampai ada yang bisa menjabarkan makna Jimat Kalimusodo yang akhirnya hal itu bisa di jabarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga ketika bertemu dengan Prabu Darmokusumo.  

    Setelah selesai Kiyai Bustanul mementaskan Wayangnya acara di lanjutkan menyayikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu "Yalal Wathon" dimana seluruh jamaah begitu khidmat dalam menyanyikan lagu-lagu tersebut. Dan sebagai rangkaian acara Milad TC tiap tahunnya selalu di adakan juga Santunan Anak Yatim yang di lanjutkan pemotongan tumpeng oleh Kiyai Bustanul Arifin yang di percayakan kepada kang Isa Anshori untuk di berikan kepada Kiyai Imam Rofi'i yang di saksikan Mbah Zainuddin. Setelah selesai acara Santunan anak yatim dan potong tumpeng ada salah satu anak yatim yaitu adik Nia yang menyumbang pembacaan puisi berjudul "Guruku Tersayang".

    Acara di lanjutkan dengan Mahalul Qiyam pembacaan sholawat yang merupakan ungkapan cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang di pimpin oleh Ustadz Rofik yang mempunyai suara merdu dan penghayatan yang begitu dalam sehingga membuat suasana begitu mengharu biru di mana para jamaah banyak yang meneteskan air mata kerinduan kepada Kekasih Agung yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW. 

    Selanjutnya sekitar jam 22:15 WIB Gus Naf'an mulai membuka pemaparannya tentang tema "Nyukuri nikmat" beliau yang aktif melakukan safari dakwah ke berbagai tempat di pulau Jawa sempat merasa heran dengan antusias masyarakat Nganjuk untuk mengikuti acara Haul & Milad kali ini padahal saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19 tapi demi Cintanya kepada salah satu kekasih Allah yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga dan Sebuah wadah silaturrohim Tasawwuf Cinta maka mereka begitu antusias untuk mengikuti acara sampai selesai. 

    Tak ketinggalan ada sesi acara kesan dan pesan dulur-dulur TC yang menyampaikan pengalamannya kenal hingga akhirnya jatuh cinta dengan TC. Sebelum acara doa ada request dari jamaah TC agar dulur-dulur KAK membawakan Sholawat Burdah dimana ketika itu di bawakan sekali lagi para jamaah di buat berurai air mata yang di iringi juga puisi doa dari kang Isa Anshori yang di selaraskan dengan suara merdu dari Ustadz Rofik dan para Vokalis KAK. Setelah deraian air mata kesyahduan tertumpah kemudian di lanjutkan doa penutup oleh Pak Kiyai Mahmud dan di teruskan saling bersalaman di iringi nomer Hasbunallah Wanikmal wakil. Akhirnya  para Jamaah pulang dengan perasaan yang di penuhi kesyahduan cinta karena Allah yang begitu indah. 

Nganjuk 5 september 2020


Tim Redaksi 

Lebih baru Lebih lama