"Kami Berjalan Dalam Rimba

Bernafas Sesak dalam Hutan

Bersuara dalam rimba tanpa kata

Alunan buai angin menghempas mara surya

Tak lagi bernyanyi dengan denting suara air

Nada hadir lewat deru pohon yang kian menggersang".

Perjalanan kita ( Maiyah ) selama ini adalah perjalanan di Hutan Belantara,dengan ribuan dan segala species yang bermacam macam maka sangatlah di perlukan ilmu Taman/kebun dalam rangka mentransformasikan Hutan Menjadi Taman/kebun.

"Ilmu Kebun atau Taman adalah kesanggupan tangan kita (biyadinaa) untuk tandang mentransformasi tata nilai Ilmu Hutan menjadi sistem nilai yang berlaku di lingkungan kita pada skala atau ruang lingkup paling kecil sekalipun.Ini tantangan kita bersama." Pilihannya adalah “Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-Hasyr: 20). Bukankah jannah yang artinya kebun adalah dambaan kita bersama, baik di kehidupan dunia maupun kelak di akhirat? #kutipan  caknun.com Kita bersama sama Menjajarkan/Menata Taman / kebun,Jannah dengan lingkup terkecil dengan seindah dan sebaik mungkin di mulai dari Diri Sendiri, Keluarga lebih lebih kita mampu menTAMANkan Lingkungan kita. "Sekali lagi, Ummat Maiyah perlu bersegera mengkebunkan dan mentamankan dirinya. Hidup di bumi ini bertujuan Surga, membangun Jannah, membangun Surga, sehingga perlu belajar men-surga. Sinau Bareng mengaspirasi tata hidup dan sistem nilai Surga." caknun.com

Tim Redma

Tasawwuf Cinta

Lebih baru Lebih lama