Membuat pengalaman diri

Manusia diciptakan Tuhan bisa diibaratkan ruang kosong/kertas kosong yang memang belum pernah ada tulisannya.  Istilah lain Tabula rasa merujuk pada pandangan  epistimologi bahwa seorang manusia lahir tanpa isi mental bawaan, dengan kata lain "kosong", dan seluruh sumber pengalaman diperoleh sedikit demi sedikit melalui pengalaman dan persepsi alat indranya terhadap dunia di luar dirinya.

Dari proses kehidupan, manusia sedang menanamkan pengetahuan, mencari pengetahuan, membuat pengetahuan, yang mana ini diperoleh dari transpormasi budaya yang ada di lingkungan manusia tersebut.

Membuat pengalaman, yang diawali proses penasaran dari rasa ingin tahu, keingintahuan manusia mengenahi suatu objek, tidak juga ingin mengetahui, tetapi juga sebagai pelaku pengalaman yang dinamakan subjek pengalaman pada diri manusia, dari sini outputnya adalah pengalaman dan manusia akan belajar dari sejarah pengalaman yang dulu pernah dibuat, sebagai tonggak awal membuat dan berkreasi membuat pengalaman-pengalaman baru yang dirasa sesuai porsinya.

 3 Oktober 2020

Wisnu Efendi



Lebih baru Lebih lama