Nahdlatul Muslimin

 Nahdlatul Muslimin

Berdasarkan data World Population Review, jumlah penduduk muslim  di Tanah Air pada tahun 2020 mencapai 229 juta jiwa atau 87,2% dari total penduduk 273,5 juta jiwa. Nah jumlah kaum muslimin itu sangatlah besar di banding jumlah kaum muslimin di tiap-tiap negara Arab sehingga hal itu merupakan potensi besar untuk kebangkitan kaum Muslimin di dunia. Maka tak salah ketika orang-orang Arif nan Bijaksana seperti Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid), Cak Nur (Nurcholis Madjid), Mbah Moen (KH. Maimoen Zubair), Cak Nun (Emha Ainun Nadjib, Gus Mus (KH. Mustofa Bisri), Buya Syafi'i Ma'arif, Habib Lutfi Ali bin Yahya dan tokoh besar Umat Islam lainnya di Indonesia meyakini Kebangkitan Islam di dunia berawal dari Kebangkitan Islam atau lebih pasnya Kebangkitan (Nahdlatul) Muslimin akan di mulai dari Nusantara ini.


Maka konsep tiga ukhuwah yang di ajarkan oleh para Kyai sangat tepat untuk membuat iklim yang kondusif untuk mewujudkan Nahdlatul Muslimin itu. Tiga ukhuwah tersebut adalah ukhuwah Islamiyah yaitu persaudaraan sesama umat Islam lalu ukhuwah wathoniah yaitu persaudaran sesama anak bangsa dan terakhir ukhuwah basyariah persaudaraan sesama manusia. Tiga ukhuwah itulah menurut hemat kami modal utama kebangkitan kaum muslimin di mulai dari dalam negeri kita lalu ke seluruh penjuru dunia.


Tetapi konsep tersebut di atas tentu tidaklah semudah teorinya dalam pelaksanaannya. Karena adanya sikap fanatik yang berlebihan oleh umat Islam terhadap ormas-ormas yang di ikutinya padahal tujuan kaum muslimin itu mengikuti ormas Islam yang bermacam-macam itu adalah untuk bisa memahami Islam secara lebih baik yang outputnya nanti biar bisa mewujudkan akhlakul karimah sehingga Tujuan Islam untuk mewujudkan Rahmatan lil Alamin bisa terwujud. 


Dalam hal ini maka salah satu elemen kaum muslimin yang ingin berjuang demi kebangkitan kaum muslimin adalah Majelis Masyarakat Maiyah yang kalau di Nganjuk majelisnya bernama "Tasawwuf Cinta". Tentunya semangat keagamaan yang tinggi harus di sertai dengan keilmuan yang memadai untuk itulah alhamdulillah di Tasawwuf Cinta (TC) ada beberapa marja' lokal yang insyaallah 'alim di bidang ilmu keaagamaan. 


Dan terhadap pemaknaan tema Nahdlatul Muslimin (Kebangkitan Kaum Muslim) bukan berarti Islam Centris karena hal itu harus kita hubungkan dengan informasi di awal bahwa jumlah rakyat terbesar di Indonesia itu mayoritas adalah kaum muslimin sehingga kalau dalam internal umat Islam itu sudah bisa rukun dan saling bersinergi tentu dengan sendirinya masalah bangsa akan ikut tertangani dengan baik. Walaupun masalah yang di hadapi bangsa ini begitu kompleks tapi dengan persatuan dan sinergi antar kaum musliminin di Indonesia insyaallah akan bisa memajukan bangsa dan agama Islam di Nusantara ini dan Rahmatan lil Alamin nya Agama Islam akan dapat di rasakan seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia.



Isa Anshori

Nganjuk 3 juni 2021