Abang -abang Lambe

 

Kata-kata yang hanya polesan bibir, tidak tulus dari hati. kata-kata manis yang hanya enak didengar, pitutur luhur ini secara lebih luas menyatakan bahwa merahnya bibir lebih banyak palsunya dari pada asli atau kebenaranya, pada masa lalu merahnya bibir lebih banyak dibuat oleh dubang (cairan merah yang keluar dari hasil aktivitas mengunyah sirih) digunakan laki-laki maupun perempuan, namun sekrang seiring berkembangnya zaman beralih menggunakan lipstik
pemerah bibir secara visual menampilkan efek segar, cantik atau memesona, namun semua itu palsu tidak sesuai aslinya, kita jangan hanya mendengarkan manisnya omongan belum tentu sesuai dengan kenyataan,  Abang-abang lambe  sering digunakan sebagai bahasa sanepan dengan tujuan tertentu. mari kita sama-sama memaknai kata Abang-abang lambe dengan cara pandang masing-masing