JATUH CINTA pada TASAWUF CINTA

JATUH CINTA pada TASAWUF CINTA

Tulisan sederhana ini kubuat sebagai rasa syukurku pada Penciptaku atas samudera limpahan anugerahNYA yang tak terhingga padaku. Salah satu diantaranya adalah “CintaNYA” yang termanifestasi dalam “Jatuh Cintaku” pada majlis TASAWUF CINTA….

Sekitar Dua tahun yang lalu, Bagi yang belum mengenal Tasawuf Cinta (diinisialkan dengan TC) termasuk aku, awalnya bertanya-tanya apa sih Tasawuf Cinta itu? Apakah sejenis ideology, aliran, sekte, madzhab ataukah komunitas atau mungkin berupa Doktrin? Yap… ternyata setelah aku mengenalnya, Tasawuf Cinta bukanlah faham, bukan pula madzhab ataupun sekte dalam sebuah ideology. Tasawuf Cinta adalah sebuah komunitas masyarakat Maiyah (istilah yang menginduk pada majlis yang diampu Cak Nun) yang lahir dari desa Mlinjo Tanjunganom Nganjuk.

Menurutku, TC adalah sebuah majlis masyarakat tanpa “jenis kelamin” dan tanpa memiliki ikatan secara formal dengan organisasi, lembaga maupun institusi tertentu. TC merupakan sebuah komunitas masyaraakat yang bisa diikuti dan diperuntukkan bagi siapa saja, apapun alirannya bahkan agamanya yang ingin menambah ilmu, menjalin paseduluran, rokoan sambil jagongan dan bersama-sama merajaut Mahabbah kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW melalui sebuah majlis kebersamaan (Maiyah). 

Sebenarnya terlalu sederhana memang Terma tersebut namun sekelumit ilustrasi tersebut kurasa cukup untuk mempresentasikan dan memformulasikan frame work sebuah komunitas hamba Allah yang bernama Tasawuf Cinta yang pada akhirnya aku jatuh cinta kepadanya bahkan selalu (meminjam istilah Gus Baha’) ‘Isyq dan bersemai dengannya. Bahkan, selama diri ini masih dibutuhkan aku berniat berusaha mendedikasikan hidupku untuknya.

Apa sih yang membuatku mengenal TC pertama kali langsung jatuh cinta padanya? Jawabnya sangat simple, yaitu karena dalam majlis TC selalu ada sesosok gagah nan ganteng bernama Kyai Anom Kusumo. Eit… jangan salah, gak mungkin aku jeruk makan jeruk hehe…lha terus???  Begini, awal mula aku jatuh cinta pada TC pada dasarnya justru bukan karena majlis TC-nya melainkan karena terpesona oleh performance Kyai Anom Kusumo. Group music gamelan yang setiap kali TC melakukan rutinan menjadi “gawang” laiknya Kyai Kanjeng yang selalu menjadi keeper handal Majlis Maiyahnya mbah Nun (Mbah MH. Ainun Najib).

Teringat betul dalam benak ini, pada saat itu TC mengadakan rutinan di halaman Masjid Besar Nurul Huda Warujayeng, Tanjunganom, Nganjuk. Pada saat itu, Kyai Anom Kusumo masih terlihat sangat-sangat “lugu nan polos”. Live dengan alat music seadanya lengkap dengan “menyuguhkan” dua Saron mini yang sangat sederhana bahkan terkesan usang. Lebih ngenes lagi dua saron tersebut ternyata berstatus pinjaman (jiaan mesakno poko’e haha…) namun karena keikhlasan musisinya, sekali lagi karena keikhlasan para musisi Kiai Anom Kusumo walaupun performance dan alat music sederhana namun membuat diri ini langsung klepek-klepek jatuh cinta padanya dan langsung melamarnya dan untungnya lamaranku ditompo hehe...

Seiring berjalannya waktu, dari minggu ke minggu dari bulan ke bulan aku bersemai bersama Kiai Anom dan TC, hati ini ternyata semakin mantap dan semakin yaqin dan merasa tidak salah pilih dalam menentukan “pasangan hidup”. Bagaimana tidak, Tasawuf Cinta bagiku merupakan majlis “paket lengkap”. Semua yang dibutuhkan oleh jiwa-jiwa manusia yang gersang tersedia dan disuguhkan dalam majlis TC. Mulai dari hiburan music, peningkatan ritual Ubudiyah mulai dari pembacaan al-Qur’an, pembacaan shalawat, pembacaan wirid-tahlil, hingga upgrade keilmuan, keimanan, ketaqwaan semuanya disuguhkan oleh Majlis TC. Oleh karenanya tidak ada alasan diri ini untuk tidak mencintainya.

Sekedar cerita, sejak kecil diri ini ngefans sekali kepada Kyai Kanjeng, mas Zainul dan Cak Nun. Pada saat itu bahkan aku sudah hafal lagu-lagu Kyai Kanjeng lengkap dengan Suluk-suluknya mas Zainul dan Cak Nun. Masih teringat betul pula dalam benak ini, semasa masih di bangku SD (sekolah dasar) pada saat itu Kyai Kanjeng bersama Cak Nun performance di TVRI, aku di depan televisi senyam-senyum sendiri, berbunga-bunga hati ini menyaksikan mereka ditayangkan di televisi walaupun hanya melalui televisi hitam-putih seadanya. Aku terpukau dan semakin jatuh cinta pada Kyai Kanjeng. Saat itu pula, angan ini melayang dan bermimpi “andaikan suatu saat nanti ketika aku dewasa bisa tampil dan bergabung bersama Kyai Kanjeng maka betapa bahagianya hati ini”.

Singkat cerita, hayalan dan mimpiku ternyata menjadi kenyataan. Cita-cita bisa tampil dan bernyanyi bersama dengan Kyai Kanjeng diwujudkan oleh Allah. Aku dipertemukan dengan group music “jiplakaan” dari Kyai Kanjeng bernama Kyai Anom Kusumo. Kedua grup ini walaupun secara The Real and performance tidak dapat disamakan namun bagiku keduanya adalah sama dan senyawa. Keduanya sama-sama ber-etnik jawa-moderen, sama-sama menjadi pengawal sebuah majlis yang mampu menghantarkan para jamaahnya wushul kepada sang Khaliq dan keduanya sama-sama dalam memilih genre. Oleh karenanya, ketika diri ini mengenal TC dan Kyai Anom Kusumo maka langsung menemukan kecocokan dan kenyamanan.

Itulah awal mula diriku jatuh cinta pada Majlis Maiyah Tasawuf Cinta sehingga bergabung bahkan ingin mendedikasikan diri ini padanya. Harapanku simple, aku pengen golek konco lan dulur, pengen golek manfaat, syukur-syukur iso aweh manfaat. Tasawuf Cinta menurutku adalah salah satu majlis yang mampu menghantarkan menuju RidloNYA dan CintaNYA. Bismillah, Nawaitu.....