Pemaknaan al-Qur'an surat al-Baqarah, ayat 93 sampai 98.


 Surat al-Baqarah, ayat 93 sampai 98. (Lanjutan)

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُوا قَالُوا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (93) قُلْ إِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِنْدَ اللَّهِ خَالِصَةً مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (94) وَلَنْ يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ (95) وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ (96) قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ (97) مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ (98) 

Ayat-ayat tersebut mengungkapkan dosa-dosa atau pelanggaran-pelanggaran lain yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, diantaranya adalah:

  1. Mereka melanggar Sumpah. Orang-orang Yahudi, sebelumnya (disebutkan pada ayat 91) telah bersumpah kepada Allah akan beriman dan melaksanakan dengan sungguh-sungguh isi kitab Taurat akan tetapi pada kenyataannya mereka ingkar terhadap sumpah mereka. (Pengertian ayat 93 separo awal).
  2. Mereka “cinta mati” terhadapat patung anak sapi yang terbuat dari emas sehingga menyembahnya. Mereka juga beranggapan bahwa mereka adalah para kekasih Allah dan surga diciptakan hanya untuk mereka dan tidak untuk siapapun. Siapa saja tidak berhak masuk surga kecuali mereka. (Pengertian ayat 93 separo akhir). 
  3. Mereka memusuhi malaikat Jibril, dengan mengatakan: “Jibril turun ke bumi untuk memerangi kami dan membunuh kami, Jibril adalah musuh kami”. Mereka melanjutkan: “Jika yang datang kepadamu Muhammad adalah Mikail sang pembawa Hujan dan Rahmat maka kami akan berbaiat padamu”. (Pengertian ayat 97).

 Ayat-ayat tersebut selain menyebutkan kesalahan-kesalahan umat Yahudi, ayat-ayat tersebut juga mengandung beberapa pengertian, yaitu:

  1. Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah agar mengatakan kepada mereka bahwa: “Mereka bukanlah orang-orang yang beriman kepada Allah namun sebaliknya, seburuk-buruknya iman adalah iman mereka yang memerintahkan agar mereka menyembah patung anak sapi yang terbuat dari emas”. (Pengertian ayat 93). 
  2. Nabi Muhammad SAW juga diperintahkan supaya mengatakan (memberi tantangan) kepada mereka bahwa: “Jika surga diciptakan hanya untuk mereka dan tidak ada yang bisa masuk surga kecuali mereka” maka katakan Muhammad kepada mereka “Matilah terlebih dahulu karena surga tidak bisa dicapai kecuali dengan cara mati terlebih dahulu”. (Pengertian ayat 93-94). 
  3. Allah memberi tahu kepada nabi Muhammad SAW bahwa orang-orang Yahudi merupakan manusia yang sangat rakus terhadap kehidupan dunia. Mereka berharap bisa hidup hingga mencapai seribu tahun karena mereka sadar kelak akan hidup di neraka sebab dosa-dosanya. 
 Referensi:
1. Shafwat al-Tafasir karya Syekh Ali Al-Shobuny
2.Tafsir al-Wajiz karya Syekh Wahbah Zuhaily

(Disampaikan pada Rutinan Majlis TC, Sabtu 03 Juli 2021. Lokasi: Basecamp TC desa Mlinjo, Tanjunganom, Nganjuk).