• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

GETIH PUTIH


SATRIO GETIH PUTIH
Satria Getih Putih ibaratnya Sel darah putih di dalam tubuh, leukosit (bahasa Inggris: white blood cell, WBC, leukocyte) adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Di dalam pewayangan terdapat seorang satriya berdarah putih bernama Yudistira putera pandu tertua. beliau digambarkan sebagai tokoh berhati bersih, jujur, adil, sabar. selain bernama yudistira dia punya nama lain sesuai sifatnya seperti:Puntadewa, derajat keluhurannya setara para dewa
Yudistira, pandai memerangi nafsu pribadi
Gunatalikrama, pandai bertutur bahasa
Samiaji, menghormati orang lain bagai diri sendiri.
Dikisahkan prabu salya memiliki aji candra birawa yaitu sebuah ajian yang bisa memunculkan raksasa kerdil yang beringas, ketika satu raksasa dibunuh maka akan memperbanyak diri dan tambah beringas (mirip seperti epidemi penyakit menular) banyak prajurit dan kesatria yang kewalahan menghadapi aji candra birawa milik prabu salya, maka ditugaskanlah yudistira untuk menghadapinya.
    Ketika menghadapi prabu salya, prabu yudistira menggunakan jimat kalimosodo yang diikat dengan tombak dan dilemparkan tepat ke dada prabu salya, maka musnahlah ajian candra birawa disertai dengan kematian prabu salya.
    Dalam kisah ini menggambarakan salah satu cara menghadapi wabah yaitu dengan sel darah putih kiasan perilaku/akhlakul karimah(satriyo darah putih), mempertajam keimanan dalam bersyahadat (kalimosodo), perbuatan konkrit yang dapat mencegah datangnya wabah (tombak), misalnya senantiasa menjaga kebersihan dan gaya hidup sehat.
TC Juli 2020

Share:

NJOGO KATRESNAN

 Reportase Sinau Bareng, Majelis Masyarakat Maiyah TASAWWUF CINTA, Sabtu 6 Juni 2020

Acara di laksanakan di Kediaman Marjak sepuh Lokal TC, KH. ZAINUDIN (MBAH DIN)
Marjak lokal yang membersamai, Gus Isa Anshori ( Kang Isa), KH. Bustanul Arifin (KANG BUS) Beserta group Music Gamelan Kiai Anom Kusumo
Pemandu acara Yudi Semplah
Audience semua jamaah Tasawuf Cinta
Acara di mulai jam 21.00
Selesai jam 23.30
Setelah acara pembukaan yang disertai pembacaan umul qur’an
Dilanjutkan pembacaan wiridz Maiyah yang di pimpin oleh Kang Isa
kang Isa sebelum memimpin wirid menyampaikan pentingnya menjaga keistikomahan, mengungkapkan betapa pentingnya memelihara paseduluran dan ketawadluan, bahwa manusia adalah hamba yang harus selalu meminta kepada Allah agar diberi jalan terang dalam menjalani kehidupan. Pak Isa juga mengungkap bahwa segala sesuatu perlu didasari dengan cinta, cinta dapat menghindarkan dari perpecahan, cinta dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi yang mendekati kesempurnaan.
Menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mahalul qiyam
Pembacaan prolog dengan tema Jogo Katresnan
Sub tema Sabdo Palon Nagih Janji
Setelah pembacaan prolog di lanjutkan dengan dialog tentang rasa cinta dan tresno
Pembawa acara mempersilahkan hadirin memberikan uneg_unegnya beserta pendapatnya tentang cinta atau tresno
Pertama Ibu Yuni, memberikan gambaran bahwa cinta adalah rasa yang tidak bisa di gambarkan, cinta itu sebuah perjalanan hidup, apapun resikonya harus dijalani,
Ke dua mas Sutrisno vokalis KAK, cinta adalah ungkapan yang mendalam tanpa bisa di ungkapkan dengan kata tetapi bisa di lihat dari perlakuan dan perbuatan
Ke 3 mas Budi sang gitaris, menggambarkan cinta dengan kondisi sosial, contoh komunitas wong mabuk, cinta itu bagaikan orang minum; terkadang memabukkan apabila salah dalam menanggapi,
Ke 4 mas Indra Miji mengungkapkan cinta itu bisa di rasakan tetapi tidak bisa di gambarkan, cinta itu rahasia; kita hanya menjalaninya sesuai dengan kemampuan kita dengan memupuk rasa cinta; karena kebalikan cinta adalah kebencian,
Ke 5 Marjak lokal (Kang Bus) menjelaskan bahwa cinta dan benci tidak ada perbedaan di dalamnya... semua sama, kesamaan yang ada dalam benci adalah sama_sama di angan-angan dan sama beratnya
Lalu Kang Bus Menjelaskan sesuatu yang juga sebelum acara, saya dan kang Isa dinasihati oleh Mbah Din,yaitu sebaiknya di zaman yang tidak menentu ini kita harus punya PERAHU (jamaah), PETA (tuntunan agama) dan KOMPAS (ilham petunjuk)
Ada pertanyaan dari saudara yang tidak mau di sebut namanya via WA, bagaimana menanggapi cinta yang di ingkari (di khianati)???
Lalu Dulur Wisanggeni melontarkan pendapatnya bagaimana sikapnya jika cinta itu dikhianati harus ditanggapi dengan sabar, karena sabar merupakan salah satu jalur menuju kewalian; hal ini ditanggapi oleh kang Isa pada akhir acara dengan menceritakan kewalian Syekh Abdullah berangkat dari kesabaran dalam berumahtangga.
- Kangbus mnyampaikan bahwa orang Jawa tidak mengenal cinta, tetapi tresna kependekan atau kirathabawa dari terus ana dalam kehidupan, selalu ada dalam hidup, terciptanya alam salah adalah satu wujud tresna Gusti Allah dengan sifat rahman-rahim-Nya, tresna tidak akan berakhir sampai kapanpun, kepedulian dengan orang lain (dengan sedekah harta dan ilmu) tidak akan terputus (pahalanya), berdoa tidak akan tertolak dan tidak mengenal masa akhir. Lalu Kang Bus minta Mas Wisnu menjelaskan istilah cinta sebagai pembanding, disampaikan bahwa dalam tata bahasa Indonesia banyak serapan dari bahasa lain, dan tahu-tahu ada istilah cinta sebagaimana prolog kang Isa. Kang bus curhat pengalaman belajar di SMA bahwa cinta adalah kebencian yang tertata sambil menggumam lirik lagu Diana Nasution “benci tapi rindu”.
- Tentang Sabda Palon, Kang Bus mengungkap berdasar Tritunggal dari keturunan Sanghyang Tunggal yang berujud telor (handtiga terus jadi tigan berarti sebangsa tiga), kulitnya menjadi Tejamasa (Togog; Tejamantri; Nayagenggong); putih telur menjadi Ismaya atau Nayagenggong dan kuningnya menjadi Manikmaya atau Betara Guru (Dewa di Pulau Tengguru), maka istilah Sabda Palon Naya Genggong Nagih Janji adalah sebenarnya sebuah reaksi terhadap perubahan sistem keberadaban dan keberagamaan di bumi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang semesatinya, ia menceritakan sesi Petruk dadi ratu, Semar ambangun kahyangan dan semar maneges adalah sebuah keinginan ndandani peradaban yang mulai terjadi pergeseran, terjadinya krisis kepemimpinan dan krisis kepercayaan, tidak ada bedanya mana kawula dan mana gusti (ratu; pengauasa; pejabat) karena tidak ada yang diteladani.
- Sebelum Mbah Din memimpin doa dan berlanjut musyafahah, Kang Isa menceritakan Sabdo Palon dari sesi sejarah babat tanah jawa, pengikut Brawijaya yang mensyaratkan lima ratus tahun yang akan datang bila terjadi degradasi ia akan muncul kembali menagih janji, sementara ketika kang Isa menyinggung masalah Darmagandhul dan Gatholoco Kang Bus ikut menimpali tentang versi sejarah (asal kata sejane di arah-arah atau cerita penguat) tentang agama di tanah Jawa, ia sampaikan bahwa itu hanya balungan atau generalisasinya.
Jam 23.30 acara selesai disertai Musyafahah dengan iringan Pujian Hasbunalloh bersama Kiai Anom Kusumo

Share:

NJOGO KATRESNAN

NJOGO KATRESNAN

Cinta kalau dalam bahasa Jawa adalah "Tresno" ada pepatah Jawa "Witing tresno jalaran soko kulino" mulainya cinta itu di mulai karena terbiasa. Jadi ketika seseorang orang mencintai tentu sebelumnya ada tahapan-tahapan yang di laluinya di mulai dari mencari tahu informasi tentang yang dicintai lalu setelah mengenal kemudian terbiasa hingga akhirnya muncul kekaguman terhadap yang di cintai itu dimana akhir dari kekaguman itu akhirnya berubah menjadi rasa cinta.

Setelah cinta itu berbalas kemudian kalau di ijinkan menyatu tentu ada ujian-ujian selanjutnya yang di hadapi pecinta itu yaitu rasa bosan, rasa jenuh bahkan mungkin melihat hal yang menarik dari selain yang di cintai. Hal tersebut terjadi karena memang sifat dasar manusia itu bersifat bosenan maka dalam sebuah dawuh di sebutkan hikmah dari Allah membuat beraneka ragam ketaatan itu agar manusia ketika sedang dalam posisi bosan terhadap satu jenis ketaatan maka dia bisa memilih jenis ketaatan yang lainnya. Dan adalagi yang bisa membuat berkurangnya cinta kita pada sesuatu yaitu ketika sesuatu yang kita cintai itu ada kelemahannya, nah.. Ketika pada posisi ini maka kita harus menyadari bahwa kita itu di ciptakan setiap manusia ada kekurangannya dan ada kelebihannya maka kebersamaan dengan yang kita cintai adalah untuk saling melengkapi bukan saling menilai dan menjatuhkan karena seperti dawuhe Gus Mus "Setan selalu salah, malaikat selalu benar sedangkan manusia kadang salah kadang benar maka kita di perintahkan untuk saling mengingatkan bukan saling menilai dan menyalahkan".

Dan memang cinta itu bukan kata benda tapi kata kerja karena cinta bukan hanya rasa syahdu mengharu biru di dalam hati tapi tentang seberapa maximal kita berusaha menyenangkan yang kita cintai dan yang lebih penting adalah mencoba untuk mencintai dengan cara yang sesuai keinginan dari yang kita cintai bukan dengan cara yang kita inginkan karena itulah Cinta sejati sebab bagi pecinta dirinya tidak ada yang ada adalah yang di cintai. Maka setelah Allah menghadiahkan sebuah cinta maka kita harus memperjuangkan untuk mendapatkannya sekaligus menjaganya kalau istilah orang Jawa "Njogo Katresnan" dan mengusahakan agar cinta bermanfaat bagi yang bercinta dan bagi yang lain di sekitar para pecinta itu. Akhirnya untuk tetap selalu mengingat dawuhe Gusti bahwa landasan Benci dan Cinta itu ukurannya adalah Allah serta kita harus meniatkan Saling mencintai karena Allah hingga akhirnya terwujudlah Sakinah (Ketenangan) bersama.
Share:

BAKSOS pembagian ikan pada warga

Mengawali pagi dengan berbagi, kegiatan baksos membagikan ikan pada warga dilokasi rutinan.
Share:

Keunikan baksos para pegiat banyak embrio-embrio baru berdatangan dengan lautan atmosfer yang begitu luar biasa, pagi itu datanglah box/peti  ikan emas berwarna merah kekuningan mecolok dengan indahnya. Memang seperti berburu emas, dengan krumunan emak-emak dan para pelajar yang kala itu pulang sekolah. Dengan buntalan-buntalan ikan merah  berwadakan plastik siap mengisi kegembiraan dalam keluarga yang mendapatkannya. Pembagian ikan ini salahsatu upaya dari pegiat sebagai bentuk pencegahan DBD, mulai lahirnya jentik nyamuk di bak mandi yang biasanya ditumbuhi larva/jentik nyamuk.
Sambutan dari rutinan kali ini banyak melibatkan warga dengan semangat utuh mengeksplor berbagai hasil karya tangan warga secara komunal mulai dari sabun cair, jamu dari rempah rempah, maupun bubuk kopi dengan merk tertentu semua dari karya ibu-ibu Sugihwarasyang kreatif. Dari liputan terlihat jelas dari larian anak-anak kecil senantiasa ikut bergembira, mengikutsertakan rutinan malam ini, degan dekorasi frekuensi hati
Mukhodimah
Keselarasan wirid maiyah menambah kesyahduan malam ini,  selain penjelaskan tentang konsep dasar Maiyah dan kegiatan Jamaah Maiyah Tasawur Cinta, Karena memang benar informasi dari pegiat ternyata masyarakat penuh tanda tanya, bahkan banyak sekali yang ragu bahkan takut untuk datang, karena mereka mengira bahwa kegiatan itu adalah tentang organisasi baru yang muncul, aliran atau ajaran tertentu, bahkan banyak yang beranggapan kejawen yang telah di modifikasi dan lain sebagainya, terpancar dari raut wajah para Masyarakat yang manggut² seakan mempersilahkan pemahaman Bermaiyah dihaturkan, dan akhirnya merekapun tidak was was lagi. Tema "Frekuensi Hati" dengan maraknya kabar wabah/pagebluk Gus sholahudin marja’ maiyah berpesan dengan virus Corona kita tidak usah takut karena kita masih punya Allah swt tempat kita memohon, Terkena Corona ataupun tidak kematian pasti akan datang, dengan berwirid & bersholawat menyatukan frekuensi hati kita menuju Alllah swt agar kita terhindar pagebluk. terdengar gelak tawa kegembiraan hadir tanpa henti, pencerahan terus di getarkan dan berhasil di tangkap oleh para hadirin, lalu keheranan Masyarakat tidak cukup sampai di situ, Prolog sebagai penyeimbang dasar dari acara, menyelarasakan frekuensi hati masing-masing setiap manusia.
Puncak dari segala doa  dengan frekuensi hati masing-masing dengan ihklas, sabar dari kesungguhan hati pada malam ini yang banyak hikmahnya.
 Tim REDMA Tasawwuf Cinta

Share:

Postingan

Entri yang Diunggulkan

GETIH PUTIH

SATRIO GETIH PUTIH Satria Getih Putih ibaratnya Sel darah putih di dalam tubuh, leukosit (bahasa Inggris: white blood cell, WBC, leuko...